Senin, 07 September 2015

tangisanQ

Subuh menyapaku mesra Dalam dekap hangat basuhan wudhu Menyapu rinai tangis semalam yang tak jua reda Pasrah dalam bait doa aku mengadu Tentang hati yang tak bisa lupakan luka Tuhan.... aku hanya perempuan biasa Lepaskanlah perih ini Luruhkanlah segenap rasa sakit dari bathinku Jangan biarkan aku larut dalam kesedihan Hingga aku terlupa pada waktu MU Sungguh aku kian sesak Jangan biarkan aku bernafas dalam dendam Beri aku setetes embun Biar reda hatiku dari segala kecewa Tuntunlah hati dan ragaku pada takdirMU yang sesungguhnya Pada seseorang yang telah KAU tuliskan untukku Agar tak lagi salah kaki ku melangkah

Minggu, 06 September 2015

menunggu

Masih aku setia dibalik senja Menunggumu pulang meski sejenak Berharap malam kan sedikit terlambat tiba Sampai kau tiba diberanda Entah mengapa dengan penuh sabar Ku masih merindukan kau ada Meski tak bisa ku sentuh kau lagi Setidaknya redup matamu cukup sebagai jawaban resahku Kini aku hanyalah senja yang tak lagi jingga Yang merapuh menunggu hadirnya gelap Debar dadaku masih bisikkan namamu Namun kian parau tak lagi merdu Kau tahu sayang... Bahwa aku kan selalu ada Meski tak lagi bisa kau lihat Aku tetap ada untukmu Bersama senja luruhkan lelahmu Tanpa perlu kau tahu dan rasa hadirku.