Senin, 24 Agustus 2015

Saat Waktu Itu Datang

Biarkan aku terbaring dalam lelapku,kerana jiwa ini telah dirasuki cinta,dan biarkan daku istirahat,kerana batin ini memiliki segala kekayaan malam dan siang... Biarku istirahat di ranjang ini,kerana kedua bola mata ini telah teramat lelahnya... Biar sajak-sajak bersalut perak bergetaran dan menyejukkan jiwaku... Terbangkan dawai-dawai harpa dan singkapkan tabir lara hatiku... Nyanyikanlah masa-masa lalu seperti engkau memandang fajar harapan dalam mataku,kerana makna ghaibnya begitu lembut bagai ranjang kapas tempat hatiku berbaring... Hapuslah air matamu, saudaraku,dan tegakkanlah kepalamu seperti bunga-bunga menyemai jari-jemarinya menyambut mahkota fajar pagi... Lihatlah Kematian berdiri bagai kolom-kolom cahaya antara ranjangku dengan jarak infiniti;Tahanlah nafasmu dan dengarkan kibarankepak sayap-sayapnya... Dekatilah aku, dan ucapkanlah selamat tinggal buatku... Ciumlah mataku dengan seulas senyummu... Biarkanlah Masa meletakkan tangan lembutnya di dahiku dan memberkatiku..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar