Sabtu, 22 Agustus 2015

senandung cinta

Jiwa yang terkapar nada rindu mengusik kalbu Nyanyian yang tiada pernah tergores tinta Nada kasih mengalir menembus sukma Menyentuh batin mengalirkan sayang Nyanyian yang tiada pernah tergores tinta Sungguh...betapa segala resah mendesah Bimbang mengguncang dalam ketidak-abadian Untuk siapa nada ini kan menyapa Di relung jiwa bersemayam segala rasa Terhempas risau, melayang hilang Menjelajah hati menjawab tanya Hadir membayang dalam bayang-bayang Getar ujung jemari kabarkan kehadirannya Nyata terasa getaran dijiwa. Bening air mata, berkaca-kaca Bak air telaga yang memantulkan gemerlap bintang Sendu merayu ditengah heningnya malam Bercengkrama bersama titik-titik embun Membongkar dinginnya kabut rahasia Hingga kebenaran, datang menjelang Nada lahir dari ujung renungan Mengalun bersama kesunyian Menepis semua kebisingan Mengalir diantara mimpi dan bayangan Adalah cinta terbawa nyata diantara alunan nada Rindu memecah sepi, lantang bergemuruh menderu hati Menabur mimpi, dalam hasrat menggebu di ujung rindu Dibalik nada-nada cinta, aku menemukanmu {Senandung Cinta -Khalil Gibran}

Tidak ada komentar:

Posting Komentar